Akhir-akhir ini isu tentang kewirausahaan sedang hangat-hangatnya berkembang.
Pekerjaan sebagai seorang karyawan sudah dirasakan tidak begitu menarik lagi, karena sekarang banyak
orang telah menyadari bahwa
jika mereka ingin sukses dan kaya, profesi sebagai seorang pengusaha lebih menjanjikan daripada hanya sebagai orang yang secara rutin menerima gaji bulanan. Lalu syarat-syarat apa
saja
yang dibutuhkan untuk menjadi seorang pengusaha yang hebat? Berikut ini
adalah sejumlah uraian tentang syarat-syarat yang diperlukan tersebut.
a.
Inisiatif. Seorang pengusaha mempunyai inisiatif mandiri untuk
memanfaatkan segala macam sumber daya, yaitu sumber daya alam, sumber
daya manusia, dan lain sebagainya, untuk menghasilkan sesuatu barang
atau jasa yang nantinya akan menghasilkan keuntungan finansial.
b. Kemampuan
membuat keputusan. Seorang pengusaha harus mempunyai kemampuan untuk membuat
keputusan sehubungan dengan segala macam sumber daya yang dimilikinya
agar kombinasi sumber daya tersebut bisa menghasilkan keuntungan
maksimal. Misalnya persoalan tentang jenis barang yang diproduksi,
strategi pemasaran, penentuan posisi personel dalam
manajemen, penentuan manajeman finansial, dan lain sebagainya.
c.
Inovatif. Seorang pengusaha harus mempunyai pemikiran yang inovatif
untuk menghasilkan inovasi-inovasi baru yang memungkinkannya bertahan
dalam persaingan bisnis yang ketat. Seperti misalnya mengembangkan
produk baru atau menemukan cara-cara baru dalam memproduksi barang
dengan biaya yang rendah. Tanpa inovasi yang berkelanjutan, akan sangat
sulit untuk terus bertahan dan bersaing dengan pengusaha lain.
d.
Keberanian dalam mengambil risiko. Seorang pengusaha adalah seorang
pengambil risiko yang diperhitungkan. Mengambil risiko dalam bisnis
membutuhkan banyak keberanian. Jika anda tidak mempunyai mental yang
kuat untuk berani mengambil risiko, anda tidak akan bertahan lama
menjadi pengusaha. Pengambilan risiko akan memberi anda pengalaman dan
pembelajaran yang dibutuhkan agar anda bisa berkembang semakin maju dan
semakin sukses. Namun, mengambil risiko harus tetap diperhitungkan
sesuai dengan situasi dan kondisi
serta kekuatan dan kelemahan yang anda
miliki. Bukan keberanian yang membabi
buta.
Secara teori memang mudah untuk menjadi pengusaha, namun pada prakteknya, hanya segelintir orang yang benar-benar sukses menjadi seorang pengusaha sejati. Semoga saja anda termasuk ke dalam kategori pengusaha sejati yang bermental juara.
Berapakah umur ideal jadi pengusaha :
Menarik sekali membicarakan orang nomor satu, baik itu di jabatan public
maupun jabatan swasta di perusahaan seperti CEO. Kata pak Dahlan Iskan
untuk urusan memilih CEO di BUMN saja sampai bisingnya minta ampun,
bukan saja uang yang dikorbankan namun nyawa pun jadi taruhannya.
Kebisingan itu bertambah-tambah karena masing-masing orang juga melobi
kanan-kiri, atas-bawah, muka-belakang, termasuk melobi teman-teman dekat
pak boss.
Ya begitulah memang adanya, setiap jabatan selalu
menjadi magnet dan menarik minat banyak orang, terelebih jabatan sekelas
CEO. Tentunya banyak orang yang mau menduduki posisi paling strategis
di perusahaan ini, dengan segala konsekuensinya. Ditulisan saya yang
dulu ? Bahwa sebagai CEO bukan hanya prestise dan materi saja yang
diraih tapi dengan menjadi CEO bisa dijadikan sebagai sebuah legacy
pribadi selama masa hidupnya.
Perntanyaan selanjutnya adalah?
Berapa umur yang ideal menjadi CEO ? Pada umur berapa saja para CEO
terbaik meraih jabatan tersebut ? Bagaimana latar belakang dan hasil
yang dilakukan oleh para CEO terbaik tersebut ?
Berikut ini
beberapa kisah menarik sepak terjang dari CEO terbaik yang pernah ada
dan umur masing masing legenda dalam menjadi orang nomor satu di
perusahaan masing masing.
Kisah Pertama, Tanri Abeng (Manager 1 Milyar)
Karir profesional Tanri Abeng dimulai pada usia 26 tahun, segera
setelah menyelesaikan pendidikan MBA di State University of New York
(SUNY), Buffalo, NY, AS
Memasuki usia 29 tahun, Tanri telah
diangkat menjadi Direktur Keuangan dan anggota dewan direksi termuda di
dunia dari perusahaan multinasional ini. Untuk meningkatkan wawasan,
Tanri ditempatkan di Singapura dengan membawahi urusan pemasaran di 62
negara. Pada usia 37 tahun, sebelum kembali ke Indonesia pada 1979,
Tanri dibajak Heineken produsen bir dari Belanda, untuk menjadi orang
nomor satu, meskipun ia tidak bisa berbahasa Belanda dan tidak minum
bir, Ia menjadi CEO perusahaan tersebut setelah wawancara selama 15
menit.
Selanjutnya ia mengubah nama PT Perusahaan Bir Indonesia
ke Multi Bintang Indoensia. Pada tahun 1982 itu mencatat laba sebesar
Rp. 4 miliar, naik dari hampir Rp. 500 juta dibandingkan ketika ia
bergabung. Mantan Menteri Pemberdayaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
pada era Presiden Soeharto yang juga seorang pengusaha. Pak Tanri telah
meninggalkan blue print untuk pemberdayaan BUMN yang tersusun dalam road
map berupa restrukturisasi, profitisasi, dap privatisasi yang disertai
sistem berbasis best practice.
Menurut Tanri Abeng strategi
perusahaan atau BUMN yang akan IPO sudah harus memiliki daya laba yang
menarik untuk orang yang berinvestasi dan membeli sahamnya. Karena nilai
saham diukur dari berapa kali pendapatan. Dalam salah satu buku
biografi perjalanan hidupnya berjudul "No Regrets" Tanri Abeng mencapai
kesimpulan bahwa "pada suatu titik hidup tidak dapat setengah-setengah
lagi".
Sewaktu masih remaja, Tanri memulai cikal bakal
tantangan hidup yang mulai dihadapi oleh Tanri yang dikenal sebagai
Manajer Satu Miliar. Tanri berangkat dari keluarga petani yang tak
berkecukupan. Ia adalah anak pertama yang menikmati pendidikan dari
desanya. Di sekolah rakyat itulah perjuangan hidupnya dimulai dari
menjajakan pisang dari hasil kebun orang tuanya.
Memasuki
sekolah lanjutan, Tanri memproduksi bahan pelajaran stensilan yang
dijual ke rekan-rekan sekelasnya. Setelah memasuki perguruan tinggi, ia
berdagang kopi untuk pasar internasional. Ia sama sekali tak bermimpi
menjadi manajer satu miliar dan model profesional.
Kisah kedua Sang Legenda CEO Abad 21, Jack Welch
Jack Welch sudah bekerja jadi teknisi di General Electric sejak 1960.
Ia mulai benar-benar dari bawah. Dengan usahanya yang luar biasa, Jack
berhasil naik terus ke puncak. Umur 37 tahun, ia sudah menjadi Vice
President di GE. Dan pada 1981, Jack menjadi penguasa di GE, sebagai CEO
termuda dalam sejarah perusahaan ini.
Dianggap sebagai salah
seorang CEO paling dinamis sepanjang masa, Jack Welch mengubah General
Electric, industri elektronik tua yang dikepung para pesaing dari luar
negeri, menjadi sebuah perusahaan kelas dunia yang menghasilkan
keuntungan luar biasa bagi para investornya. Bahkan setelah pensiun,
suara Welch masih terdengar di seantero dunia, ketika ia terus
mengungkapkan isu mengenai manajemen korporat dan keberhasilan pribadi
maupun bisnis.
Selama memegang kendali sebagai CEO GE mulai
dari tahun 1981 sampai 2001 telah meningkatkan nilai perusahaan sebesar
4000 % dari yang sebelumnya bernilai 13 milyar tahun 1981 dolar menjadi
500 milyar dolar pada 2001.
Secara strategis, Jack juga membuat
struktur organisasi GE lebih ramping dan efisien. Selain menghabisi
orang-orang dan anak perusahaan GE yang tidak produktif, ia juga
memotong jalur birokrasi. Jack tidak pernah menyukai birokrasi. Ia lalu
menciptakan "Boundary¬less System" pada awal 1990-an. Dengan sistem ini,
seluruh sistem birokrasi akan habis-habisan diefisienkan, baik vertikal
(atasan-bawahan), horizontal (antardepartemen), eksternal
(pelanggan-pemasok), juga geografis (antarwilayah, nasional, maupun
global).
Banyak yang dihasilkan dari sistem ini, yaitu
peningkatan kualitas komunikasi, pemahaman antarbagian, meningkat¬kan
efisiensi, memudahkan penyampaian gagasan unggul dan ide kreatif, dan
mengurangi konflik juga miskomunikasi secara signifikan. GE jadi lebih
sehat dan lebih cepat responsif. Motonya "Semua bisnis yang tidak punya
harapan harus diperbaiki, ditutup, atau dijual." Fix, Close, Sell!
Pada 1995, Jack menjalankan program besarnya yang baru, Six Sigma. Ini
adalah sistem yang akan menciptakan keunggulan kinerja perusahaan,
terutama dalam hal memuas¬kan kebutuhan riil pe¬langgannya. Ini
dilakukan lewat program pening¬katan kualitas yang sistematis dan
terukur dengan presisi tinggi secara statistik-matematis.
Salah
satu kalimat yang terkenal dari sang pendobrak ini adalah : "Sebelum
Anda menjadi pemimpin, kesuksesan adalah tentang mengembangkan diri
sendiri. Ketika Anda menjadi pemimpin, kesuksesan adalah tentang
mengembangkan orang lain.
Cerita hebat dan inspiratif lainnya adalah Sang Legenda CEO Terbaik Indonesia,
Siapa lagi kalau Bapak Theodore Permadi (TP) Rachmat. Sang legenda TP
Rachmat memang pantas disebut pemimpin utuh. menjadi CEO Astra di umur
40 Dan menjadi CEO Triputra group di umur 63.
Ada dua fase
kepemimpinan yang dilakoni TP Rachmat. Fase pertama saat menjadi
profesional dengan posisi sebagai CEO PT Astra International dari 1984
hingga 2002. Fase kedua pascamundurnya dari PT Astra International dan
kemudian beralih menjadi pengusaha dengan bendera PT Triputra Group yang
berlangsung hingga hari ini dan entah sampai kapan berakhir.
Pada fase pertama selaku CEO PT Astra International, TP Rachmat
menorehkan jejak yang pantas dicatat dengan tinta emas. Inilah
perusahaan lokal yang layak disebut pionir untuk penerapan manajemen
kontemporer, sistem pengaderan pemimpin berkesinambungan dan
implementasi etika bisnis dalam setiap tarikan napas operasional
bisnisnya.
PT Astra International memelopori bahwa antara
kinerja dan etika tidak berseberangan. Bahkan saling melengkapi. Intinya
bisnis yang dijalankan berbasis pada etika akan berumur panjang dan
meraih kinerja berkelanjutan. Pada era 1980-an, TP Rachmat menjadi
inspirator sekaligus eksekutor dari sistem yang disebut Astra Total
Quality Management.
Berapa kira-kira umur yang ideal untuk
menjadi CEO terbaik ? Jika ditelisik umur para CEO hebat diatas, kita
akan melihat ada yang mulai dibawah umur 40 tahun ada yang diatasnya.
Tentu kalau kita lihat dari segi umur saja tidak akan fair, sebab di
zaman saat ini dan masa depan justru usia muda yang mempunyai skill dan
kemampuan kerja yang lebih bisa diunggulkan, hal inilah yang menjadikan
alasan Pak Dahlan Iskan memilih para Direktur Jawa Pos dan CEO di
lingkungan BUMN dari anak muda, karena bisa lebih kerja lebih cepat,
bisa tidak tidur selama 2 hari, dan keunggulan lainnya, Pak Dahlan Iskan
sendiri memulai jadi CEO d Jawa Pos Usia 30 Tahun.
Namun
apakah para CEO yang sudah berumur tua tidak hebat ? tentu tidak seperti
itu, banyak sekali hal yang menjadi nilai positif dari CEO berumur tua.
Salah satunya adalah factor emosional dan pengalaman dalam bertindak,
Seperti yang pernah saya tulis dalam artikel "
the young leadpreneur" disitu saya menjelaskan mengenai apa keuntungan pemimpin muda dan tua.
Pada zaman dulu, hanya putra konglomerat saja yang bisa jadi CEO di
usia muda. Tapi sekarang, di dunia netpreneur telah lahir puluhan CEO
muda berusia di bawah 30 tahun dengan asset dan penghasilan jutaan
dolar. Sebut saja CEO Facebook, Mark Zuckerberg, CEO WordPress, Matt
Mullenweg; CEO Foursquare, Naveen Selvadurai; CEO Mozilla, Blake Ross
dan masih banyak lagi.
Di Lingkungan BUMN sendiri sudah banyak
sekali CEO dengan usia yang relatif masih muda seperti Jimmy Gani, yang
sempat masuk Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai direktur utama BUMN
termuda di Indonesia.
Lelaki kelahiran 15 September 1972 ini
dilantik sebagai Chief Executive Officer PT Sarinah (Persero) pada 15
Mei 2009. Pelantikan itu menjadikannya CEO BUMN termuda dalam sejarah
perusahaan pelat merah di Indonesia. Maklum, saat itu usianya 36 tahun 8
bulan. Ada juga CEO PLN Nur Pamudj yang waktu diangkat umurnya 50 tahun
dan CEO PT Rajawali Nusantara Indonesia (persero) Ismed Hasan Putro.
Kesimpulannya tidak ada umur ideal menjadi CEO terbaik apakah harus
berumur dibawah 30 tahun, dibawah 40 tahun bahkan diatas 50 tahun. CEO
terbaik lahir berkat kesadaran akan arti penting sebuah jabatan,
sehingga akan memaksimalkan potensi terbaik yang dimiliki masing masing
individu. Sejatinya menjadi orang nomor satu seperti CEO adalah masalah
bagaimana kita sebagai individu meninggalkan sebuah legacy, untuk
dijadikan sebagai pemaknaan arti bermanfaat sebagai manusia yang
diciptakan oleh tuhan.
Melihat kisah para CEO sukses orang
diatas menambah keyakinan, bahwa saya tidak boleh takut untuk bermimpi
menjadi CEO Terbaik di tahun 2022, karena saat ini hanya mimpilah yang
saya punya, persis sama ketika dulu saya hanya punya mimpi untuk bisa
kuliah, dan bisa pergi keluar negeri, dan mimpi itu akhirnya menjadi
kenyataan setelah saya bisa lulus kuliah dari Universitas Airlangga
(UNAIR) Surabaya, dan sejak 2008 sampai sekarang hampir tiap tahun
mendapatkan kesempatan
mencari ilmu ke Luar Negeri.
Sama
halnya ketika dulu Prof.Yohanes Surya yang juga salah satu inspitaror
saya, berani bermimpi menghasilkan siswa Indonesia Juara dunia di ajang
olimpiade fisika dunia, dulu banyak yang meremehkan dan menertawakan
tetapi akhirnya bisa dibuktikan pada tahun 2006 di Singapore, Indonesia
menjadi Juara Dunia Olimpiade Fisika Internasional (IPHO) berkat mimpi,
semangat dan kerja keras dari Prof.Yohanes Surya.
Bagaimana impian dan pendapat anda ?